Skip to main content

Menjaga Jarak

 Menyadari bahwa kita masih mencintai orang yang merusak hidup kita itu adalah another level of pain. Walaupun tiada rasa lagi untuk kembali, tapi aku masih berharap hidupnya baik-baik saja. Aku masih berharap semoga dia menemukan kebahagiaannya, mencapai mimpinya, dan hidup lebih baik daripada sebelumnya ketika hidup bersama aku. Apa yang ia alami saat ini mungkin karena kebodohannya. Yah, tak mungkin kesalahannya diberikan toleransi terus menerus. Itu jugalah alasan aku memilih berpisah. Tapi aku masih berharap ia belajar dari kebodohannya dan hidup layak setelah ini semua selesai. Inilah mungkin yang namanya mencintai dari jauh. Sebelumnya aku tak pernah tahu arti dari istilah mencintai dari jauh. Tapi sekarang aku rasakan sendiri. Rasa sayangku mungkin tidak berarti untuknya. Kepergianku adalah pilihan yang tepat. Biarlah aku rasakan sendiri sampai waktunya tiba, aku melupakannya. Saat amarahku memuncak aku berdoa bahwa Allah akan berikan keadilan untukku; memberikan balasan paling dahsyat untuknya. Tapi saat tahu dia juga kemungkinan besar tidak dalam keadaan baik-baik saja, aku merasa kasihan. Ini bukan berarti aku ingin kembali. Tapi.. apapun yang terjadi kami pernah menjadi satu bagian dan berbagi kenangan. Aku harap melalui kepergianku ia akan belajar sesuatu. Aku harap ia juga menemukan kebahagiaannya dalam hidup. Memaknai hidup ini dan merubah sifatnya menjadi lebih bertanggungjawab. Aku yakin suatu hari nanti aku akan memaafkannya dan tidak memikirkannya lagi. Menyayanginya dari jauh lebih menenangkan bagiku. Karena didekatnya hidup ini bagaikan inferno. Inferno yang abadi. 

Comments

Popular posts from this blog

depresi

Halo,sudah lama aku gak nulis disini. Aku putuskan, aku mau mulai menulis lagi. Alasannya? Karena kadang otak ini terlalu penuh, kesepian,dan kadang aku gak mau menyusahkan orang lain dengan cerita dan keluhanku. Sudah hampir 2 bulan sejak psikiatris bilang bahwa aku menderita depresi sedang. Ternyata dari semua buntut huru-hara di tahun tahun yang lalu adalah vonis D E P R E S I. Haha kadang aku merasa konyol, sampai juga ya aku di situasi ini.  Sebenarnya ada perasaan malu dan gak mau dianggap lemah. Tapi harus kuakui dengan segala kerendahan hati, aku merasa memburuk kalau pikiranku ditimbun sendirian.Perasaan kesepian itu bikin aku seringkali berpikir "apa mati aja ya?" Walaupun alhamdulillah aku gak nekat, tapi kadang aku takut sama pikiranku sendiri. Rasa sedih yang ekstrim itu sebentar tapi killing ea hahahah.  Tentunya psikiatris memberi aku obat, yang mana setiap hari banget banget banget harus diminum dan gak boleh kelewat. Dokter bilang kalau taat minum obat 6 bula...

Fotos der Woche

Aku gak tau kenapa aku belajar, beneran. Aku juga gak yakin apakah akan berguna proses belajar mandiri ini. Tapi ini cuma bukti aja: I won't stop.  hab versucht, sich die Pausezeit zu gönnen. Wollte das anders machen, indem ich nur Ebook während einer Tasse Kaffee gelesen habe.

27

Alhamdulillah sekarang aku oficially 27 tahun.Ulang tahun kali ini agak istimewa karena aku mulai semua dari awal lagi. Bahkan sebemarnya masih banyak yang harus dibenahi. Kali ini semuanya berbeda: Aku yang tanggungjawabnya jadi besar, aku yang harus kuat, aku yang gaboleh sakit, aku yang harus tidak menghiraukan omongan orang,dan aku yang kesepian saat mengembangkan diri. Rasanya jalan yang aku lalui terjal banget. Tapi aku bersyukur banget. Allah udah banyak ngasih kasih sayang. Dari kecil sampai dewasa Allah kasih hidup  aku mudah. Ujian besar itu aku baru rasakan  sekarang di pertengahan umur 20an.Itu pun Allah masih kasih jalan keluarnya. Plusnya adalah aku jadi orang yang sadar akan semuanya. Sadar akan apa yang benar dan salah, sadar besarnya tanggungjawab.Walaupun jalannya berat, tapi itu bentuk implementasi dari Al-Wadud milik Allah,yang ternyata sayang sama aku. Karena bikin aku menyadari semuanya di dunia, walaupun hidupku jadi hancur dan rasanya sakit banget. Dan ...