Menyadari bahwa kita masih mencintai orang yang merusak hidup kita itu adalah another level of pain. Walaupun tiada rasa lagi untuk kembali, tapi aku masih berharap hidupnya baik-baik saja. Aku masih berharap semoga dia menemukan kebahagiaannya, mencapai mimpinya, dan hidup lebih baik daripada sebelumnya ketika hidup bersama aku. Apa yang ia alami saat ini mungkin karena kebodohannya. Yah, tak mungkin kesalahannya diberikan toleransi terus menerus. Itu jugalah alasan aku memilih berpisah. Tapi aku masih berharap ia belajar dari kebodohannya dan hidup layak setelah ini semua selesai. Inilah mungkin yang namanya mencintai dari jauh. Sebelumnya aku tak pernah tahu arti dari istilah mencintai dari jauh. Tapi sekarang aku rasakan sendiri. Rasa sayangku mungkin tidak berarti untuknya. Kepergianku adalah pilihan yang tepat. Biarlah aku rasakan sendiri sampai waktunya tiba, aku melupakannya. Saat amarahku memuncak aku berdoa bahwa Allah akan berikan keadilan untukku; memberikan balasan paling dahsyat untuknya. Tapi saat tahu dia juga kemungkinan besar tidak dalam keadaan baik-baik saja, aku merasa kasihan. Ini bukan berarti aku ingin kembali. Tapi.. apapun yang terjadi kami pernah menjadi satu bagian dan berbagi kenangan. Aku harap melalui kepergianku ia akan belajar sesuatu. Aku harap ia juga menemukan kebahagiaannya dalam hidup. Memaknai hidup ini dan merubah sifatnya menjadi lebih bertanggungjawab. Aku yakin suatu hari nanti aku akan memaafkannya dan tidak memikirkannya lagi. Menyayanginya dari jauh lebih menenangkan bagiku. Karena didekatnya hidup ini bagaikan inferno. Inferno yang abadi.
Aku pikir ada bagian dari diriku yang gak utuh lagi. Rusak dan perlu diselesaikan. Makanya aku mau menyampaikan atau lebih ke cerita mungkin ya tentang beberapa orang, yang.. sebenarnya sudah tutup buku ya gak ada sangkut pautnya sama aku lagi. Gak perlu disebut ya namanya siapa. Tapi minimal semuanya tersampaikan dan I’m done. Karena gak mungkin juga aku bilang sama orangnya yang udah gak tau kemana. 1. Mein Dreamboy You’re always be my dreamboy. Gak ada yang bisa dibenarkan dari perbuatan aku. Dan aku ngerti konsekuensinya. Walaupun aku memohon maaf berapa kali pun pasti kamu bilang gapapa. Tapi memang gak akan merubah apa pun. Aku doakan kamu semoga sukses selalu dan segera dapat orang yang tulus, setulus kamu. Disamping kamu aku tuh bersinar banget. Gak pernah merasa khawatir dan motivasi kamu juga ternyata berpengaruh buat aku. Sayang banget aku ngeuh nya sekarang. It’s just too late, right? Dulu aku merasa kita tidak ada di jalan yang sama, dan semuanya terasa monoton dan ak...
Comments
Post a Comment