Entah apa maksud Allah hingga aku harus mengalami ini. Entah kebahagiaan macam apa yang menantiku di depan sana. dan entah Allah akan mengganti orang itu dengan orang sehebat apa hingga rasanya sakit begini. Sepi dan marah aku rasakan setiap hari. Tapi ini jauh lebih baik. Aku rasa, aku memilih 'rasa sakit' yang tepat. Bertahan atau melepaskan keduanya sama saja sakit. Tapi 'sakit' yang aku pilih adalah sakit yang melegakan. Bertahan hanya akan membuatku merasa sakit seumur hidup. Mungkin aku juga akan terbunuh perlahan karena membawa kesedihan selamanya. Ibarat suatu penyakit, kita harus lakukan operasi untuk menghilangkan penyakitnya. Mungkin rasanya akan sakit luar biasa, tapi sakit yang dirasakan akan membawa kesembuhan. Aku bisa saja memilih untuk tidak operasi, tapi itu hanya akan membuat penyakit tersebut menempel pada tubuhku, dan membunuhku pelan-pelan.
Halo,sudah lama aku gak nulis disini. Aku putuskan, aku mau mulai menulis lagi. Alasannya? Karena kadang otak ini terlalu penuh, kesepian,dan kadang aku gak mau menyusahkan orang lain dengan cerita dan keluhanku. Sudah hampir 2 bulan sejak psikiatris bilang bahwa aku menderita depresi sedang. Ternyata dari semua buntut huru-hara di tahun tahun yang lalu adalah vonis D E P R E S I. Haha kadang aku merasa konyol, sampai juga ya aku di situasi ini. Sebenarnya ada perasaan malu dan gak mau dianggap lemah. Tapi harus kuakui dengan segala kerendahan hati, aku merasa memburuk kalau pikiranku ditimbun sendirian.Perasaan kesepian itu bikin aku seringkali berpikir "apa mati aja ya?" Walaupun alhamdulillah aku gak nekat, tapi kadang aku takut sama pikiranku sendiri. Rasa sedih yang ekstrim itu sebentar tapi killing ea hahahah. Tentunya psikiatris memberi aku obat, yang mana setiap hari banget banget banget harus diminum dan gak boleh kelewat. Dokter bilang kalau taat minum obat 6 bula...
Comments
Post a Comment