Entah apa maksud Allah hingga aku harus mengalami ini. Entah kebahagiaan macam apa yang menantiku di depan sana. dan entah Allah akan mengganti orang itu dengan orang sehebat apa hingga rasanya sakit begini. Sepi dan marah aku rasakan setiap hari. Tapi ini jauh lebih baik. Aku rasa, aku memilih 'rasa sakit' yang tepat. Bertahan atau melepaskan keduanya sama saja sakit. Tapi 'sakit' yang aku pilih adalah sakit yang melegakan. Bertahan hanya akan membuatku merasa sakit seumur hidup. Mungkin aku juga akan terbunuh perlahan karena membawa kesedihan selamanya. Ibarat suatu penyakit, kita harus lakukan operasi untuk menghilangkan penyakitnya. Mungkin rasanya akan sakit luar biasa, tapi sakit yang dirasakan akan membawa kesembuhan. Aku bisa saja memilih untuk tidak operasi, tapi itu hanya akan membuat penyakit tersebut menempel pada tubuhku, dan membunuhku pelan-pelan.
Aku pikir ada bagian dari diriku yang gak utuh lagi. Rusak dan perlu diselesaikan. Makanya aku mau menyampaikan atau lebih ke cerita mungkin ya tentang beberapa orang, yang.. sebenarnya sudah tutup buku ya gak ada sangkut pautnya sama aku lagi. Gak perlu disebut ya namanya siapa. Tapi minimal semuanya tersampaikan dan I’m done. Karena gak mungkin juga aku bilang sama orangnya yang udah gak tau kemana. 1. Mein Dreamboy You’re always be my dreamboy. Gak ada yang bisa dibenarkan dari perbuatan aku. Dan aku ngerti konsekuensinya. Walaupun aku memohon maaf berapa kali pun pasti kamu bilang gapapa. Tapi memang gak akan merubah apa pun. Aku doakan kamu semoga sukses selalu dan segera dapat orang yang tulus, setulus kamu. Disamping kamu aku tuh bersinar banget. Gak pernah merasa khawatir dan motivasi kamu juga ternyata berpengaruh buat aku. Sayang banget aku ngeuh nya sekarang. It’s just too late, right? Dulu aku merasa kita tidak ada di jalan yang sama, dan semuanya terasa monoton dan ak...
Comments
Post a Comment