Skip to main content

Pengakuan

Aku pikir ada bagian dari diriku yang gak utuh lagi. Rusak dan perlu diselesaikan. Makanya aku mau menyampaikan atau lebih ke cerita mungkin ya tentang beberapa orang, yang.. sebenarnya sudah tutup buku ya gak ada sangkut pautnya sama aku lagi. Gak perlu disebut ya namanya siapa. Tapi minimal semuanya tersampaikan dan I’m done. Karena gak mungkin juga aku bilang sama orangnya yang udah gak tau kemana. 
1. Mein Dreamboy
You’re always be my dreamboy. Gak ada yang bisa dibenarkan dari perbuatan aku. Dan aku ngerti konsekuensinya. Walaupun aku memohon maaf berapa kali pun pasti kamu bilang gapapa. Tapi memang gak akan merubah apa pun. Aku doakan kamu semoga sukses selalu dan segera dapat orang yang tulus, setulus kamu. Disamping kamu aku tuh bersinar banget. Gak pernah merasa khawatir dan motivasi kamu juga ternyata berpengaruh buat aku. Sayang banget aku ngeuh nya sekarang. It’s just too late, right? Dulu aku merasa kita tidak ada di jalan yang sama, dan semuanya terasa monoton dan aku menginginkan seseorang yang menarik ku dari depan. Padahal kamu yang mendorong aku dari belakang. Kamu hebat banget, dan tentunya bukan aku yang layak untuk kamu. Sekarang gak mungkin aku ngomong begini langsung, karena gak mungkin juga. Dan tidak ada apa-apa selain kecanggungan di antara kita,kan? Terima kasih untuk Supportnya dulu. Aku gak bisa membayangkan aku yang sering tersenyum dan ringan hidupnya selain di masa kamu masih ada. 
2. Untuk orang yang niat 
Kita cuma kenal sebentar, kamu orangnya asik, tapi akunya aja yang tolol hahaha. Waktu itu aku rasa kamu orang yang niat banget, dan kamu orang yang bikin diri aku merasa cantik. Aku menyesal atas apa yang sudah aku lakukan. Aku terlalu naif dan aku pikir lama-lama kamu gak menyenangkan. Aku inget banget nonton konser yang aku gak tau sama sekali lagunya WKWKWKW aku ngantuk waktu itu. Terus selain itu kamu terlalu suka ngikutin terus aku kemana mana. Jujur aku bukan orang yang suka diikuti kemana mana walaupun kamu niat banget pengen antar jemput, tapi semakin disamperin semakin aku males. Cuma aku gak enak ngomongnya. Memang aku redflag aja, sudah aku yang salah hahaha. Waktu itu keputusanku cuma diambil berdasarkan : “ob es mir Spass macht, oder nicht” saja. Padahal aku pikir kamu orangnya tulus juga kok. Kenapa yah aku ini suka bodoh mengenali orang? Yang redflag dikukut, yang baik kaya kamu aku cuekin mampush. Aku doakan supaya kamu bahagia selalu dan dikelilingi orang yang sayang sama kamu ya. You deserve it. Aku pikir kamu berkesempatan banget untuk punya cewek bule deh. Ich wünsche dir alles Beste!
3. Aih.. apa ya nama samaran yang tepat?
Sesungguhnya kamu adalah sosok yang pintar tar tar banget. Kalau sama kamu jiwa kompetisi aku itu meledak-ledak. Mungkin itu yang bikin fun. Selain itu tanpa aku sadar aku jadi nanya semua hal sama kamu. Itu tanda aku bersandar ke kamu gak sih? Dan perkenalan kita memang sangat natural ya, I mean kita sudah saling kenal sejak lama. Well, tapi kalau ego kita sama sama tinggi, memang gak akan cocok ya gak sih? Meskipun tragedinya salah aku dan emang aku aja yang oon dan serakah. Maaf menyebabkan kemunculan  bab dramatis di hidup kamu. Waktu itu juga semua yang aku putuskan hanya berdasarkan perasaanku saja. Dan untuk kamu ini aku sampai nyimpen rasa bersalah banget. Apa yang kamu dapatkan sekarang itu memang layak dan aku ikut seneng. Aku pikir, someday kayanya aku harus minta maaf deh. Tapi kamu juga ada salah kan sama aku? Hayoooo ngaku heheheh! Kalau gitu, kita impas yah! Dan memang kita gak perlu bertemu lagi. 
4. Orang baik
Kamu juga baik, dan kenal aku waktu lagi cantik-cantiknya #ea tapi akunya aja yang kurang bersyukur, abis diajak main langsung gak balas chat lagi. Maaf ya, waktu itu aku masih gak move on sama mantanku. Main sama kamu malah inget orang lain. Mana malu lagi ketemu lagi pas masih ngedate sama si kodok. Maafin aku, really.. tolong maafin aku. Aku doain kamu dapet orang yang tepat.. 


Intinya aku minta maaf geng atas kesembronoan aku, atas semua kekhilafan aku, yang belum tau kerasnya hidup ini. Kalian tetap mewarnai masa mudaku geng. Alasan lain aku menulis ini, aku ingin berdamai sama diri sendiri. Pingin merasa cantik lagi, pingin hidup benar dan pingin gak keinget masa lalu.

Comments

Popular posts from this blog

depresi

Halo,sudah lama aku gak nulis disini. Aku putuskan, aku mau mulai menulis lagi. Alasannya? Karena kadang otak ini terlalu penuh, kesepian,dan kadang aku gak mau menyusahkan orang lain dengan cerita dan keluhanku. Sudah hampir 2 bulan sejak psikiatris bilang bahwa aku menderita depresi sedang. Ternyata dari semua buntut huru-hara di tahun tahun yang lalu adalah vonis D E P R E S I. Haha kadang aku merasa konyol, sampai juga ya aku di situasi ini.  Sebenarnya ada perasaan malu dan gak mau dianggap lemah. Tapi harus kuakui dengan segala kerendahan hati, aku merasa memburuk kalau pikiranku ditimbun sendirian.Perasaan kesepian itu bikin aku seringkali berpikir "apa mati aja ya?" Walaupun alhamdulillah aku gak nekat, tapi kadang aku takut sama pikiranku sendiri. Rasa sedih yang ekstrim itu sebentar tapi killing ea hahahah.  Tentunya psikiatris memberi aku obat, yang mana setiap hari banget banget banget harus diminum dan gak boleh kelewat. Dokter bilang kalau taat minum obat 6 bula...

Fotos der Woche

Aku gak tau kenapa aku belajar, beneran. Aku juga gak yakin apakah akan berguna proses belajar mandiri ini. Tapi ini cuma bukti aja: I won't stop.  hab versucht, sich die Pausezeit zu gönnen. Wollte das anders machen, indem ich nur Ebook während einer Tasse Kaffee gelesen habe.

27

Alhamdulillah sekarang aku oficially 27 tahun.Ulang tahun kali ini agak istimewa karena aku mulai semua dari awal lagi. Bahkan sebemarnya masih banyak yang harus dibenahi. Kali ini semuanya berbeda: Aku yang tanggungjawabnya jadi besar, aku yang harus kuat, aku yang gaboleh sakit, aku yang harus tidak menghiraukan omongan orang,dan aku yang kesepian saat mengembangkan diri. Rasanya jalan yang aku lalui terjal banget. Tapi aku bersyukur banget. Allah udah banyak ngasih kasih sayang. Dari kecil sampai dewasa Allah kasih hidup  aku mudah. Ujian besar itu aku baru rasakan  sekarang di pertengahan umur 20an.Itu pun Allah masih kasih jalan keluarnya. Plusnya adalah aku jadi orang yang sadar akan semuanya. Sadar akan apa yang benar dan salah, sadar besarnya tanggungjawab.Walaupun jalannya berat, tapi itu bentuk implementasi dari Al-Wadud milik Allah,yang ternyata sayang sama aku. Karena bikin aku menyadari semuanya di dunia, walaupun hidupku jadi hancur dan rasanya sakit banget. Dan ...