Skip to main content

Posts

Burnout

 Halo, sudah lama aku tidak menulis. Jujur sekarang aku sibuk banget. Aku gak ada waktu lagi mikirin si kodok. Ternyata ada yang lebih stressful lagi. Mungkin ujian aku udah naik level. Dan mungkin hari ini aku lagi burnout. Rasanya kayak ditabokin berkali-kali sama masalah. Wajar sih tapi memang gak mudah buat aku yang sebelumnya gak pernah terjun langsung di bidang management. Padahal aku udah berusaha keras tapi hasilnya selalu gak sesuai sama yang aku mau. Aku tau ini proses belajar. Aku juga sadar ini proses perbaikan diri. Cuma.. rasanya gak mudah, lelah, dan rasa takut salah yang besar itu bikin aku burnout. Apakah berkembang itu harus merasakan seberat ini?  Tapi anehnya berkali-kali aku merasakan perasaan seperti ini, tapi entah kenapa nanti masalahnya selesai sendiri. Allah memang memampukan aku, walaupun aku nya "Ya Allah Ya Allah...."  Kalau lagi begini rasanya aku mau jadi IRT aja yang tiap hari anter anak. bisa ngemall dan mengasuh anak tanpa harus berjibaku...
Recent posts

matahari

Suhu matahari bisa sampai jutaan derajat Celcius. Kalau matahari bersinar harus membakar dirinya, apakah aku juga haus membakar diri supaya bersinar?  Sialannya chat gpt bilang:  Kalau kamu harus membakar diri untuk bersinar, itu namanya bukan bersinar, tapi kebakaran.  Lucu banget untuk aku yang lagi kelelahan mental dan putus asa wkwkwkwk 

Pengakuan

Aku pikir ada bagian dari diriku yang gak utuh lagi. Rusak dan perlu diselesaikan. Makanya aku mau menyampaikan atau lebih ke cerita mungkin ya tentang beberapa orang, yang.. sebenarnya sudah tutup buku ya gak ada sangkut pautnya sama aku lagi. Gak perlu disebut ya namanya siapa. Tapi minimal semuanya tersampaikan dan I’m done. Karena gak mungkin juga aku bilang sama orangnya yang udah gak tau kemana.  1. Mein Dreamboy You’re always be my dreamboy. Gak ada yang bisa dibenarkan dari perbuatan aku. Dan aku ngerti konsekuensinya. Walaupun aku memohon maaf berapa kali pun pasti kamu bilang gapapa. Tapi memang gak akan merubah apa pun. Aku doakan kamu semoga sukses selalu dan segera dapat orang yang tulus, setulus kamu. Disamping kamu aku tuh bersinar banget. Gak pernah merasa khawatir dan motivasi kamu juga ternyata berpengaruh buat aku. Sayang banget aku ngeuh nya sekarang. It’s just too late, right? Dulu aku merasa kita tidak ada di jalan yang sama, dan semuanya terasa monoton dan ak...

EPISODE KAMBUH

Hari ini aku rasa aku lagi down banget. Sebenernya dari kemarin sudah mulai sedih yang entah kenapa. Pikiran aku tuh udah macem-macem dan aku tau ini gak bener. Aku sampai berdoa supaya dilindungi dari diri sendiri (?) Pikiran yang aneh2 itu kayak.. kenapa aku aja yang kaya gini? Apakah Allah bener bener akan menolong aku? Kalau dekengan aku Allah aja apakah yang dekengannya Ordal dan Allah akan lebih menang? Ini udah kemana mana banget. Padahal aku tau Allah aja udah cukup. Terus kalau aku not good enough apakah akan kehilangan nilai diri aku? Apakah dengan hidup aku yang sekarang aku ini sudah gagal dan no way back gitu? Apakah aku tidak layak dicintai lagi? Sampai kapan aku jadi tulang punggung? Aku Cuma.. capek. Padahal apa yang dapatkan sekarang itu melampaui apa yang diharapkan sebelumnya. Gak punya pasangan sebenarnya enak untuk orang ‘sakit’ kayak aku. Gak usah menghadapi drama a b c d gak harus ngabarin apapun. Tapi tetap aja ada titik aku gak bersyukurnya. Aku benci sama aku ...

Fotos der Woche

Aku gak tau kenapa aku belajar, beneran. Aku juga gak yakin apakah akan berguna proses belajar mandiri ini. Tapi ini cuma bukti aja: I won't stop.  hab versucht, sich die Pausezeit zu gönnen. Wollte das anders machen, indem ich nur Ebook während einer Tasse Kaffee gelesen habe.

Mencoba Lebih Semangat

Menurut aku, kalau memang ingin keluar dari kenestapaan, aku gak boleh capek, tapi gak boleh sakit,harus selalu sehat,gak boleh males, gak boleh berhenti, harus tetap melangkah, harus terus berdoa dan berharap. Kenapa? karena kalau enggak bakal gelap banget. Rasanya kayak seluruh diriku ini gak berarti, gagal, udah gak ada gunanya. Dan merasa seperti itu adalah perasaan yang gak enak banget. Bahkan bisa kacau balau dan pikiran udah lari kemana-mana. Caranya untuk keeping sane adalah memang memerangi The Darkness inside me. Ini gak mudah. Seringkali aku juga kalah sama diri sendiri. Tapi aku bakal terus bertahan. Aku yakin Allah akan bantu aku yang mau bertahan. Aku tau gak mungkin kalau keadaannya terus seperti ini. Seperti yang Matt Haig bilang di dalam buku Comfort Book: "You are not the rain, you are the one who experience the storm"  Allah bikin aku banyak berintrospeksi diri melalui keadaan ini. Keadaan yang sejak lahir gak pernah aku rasakan. Allah bikin aku ngerti apa...

Menanglah

Kalau harus kecebur pun, aku bakal berdiri lagi. Kalau memang harus hancur aku akan cari semua kepingan dan menyatukan lagi semuanya. Kalau memang harus begini, aku bakal jalani sungguh-sungguh. Kalau memang gak akan berguna, aku akan tetap sungguh-sungguh belajar, kalau mereka meremehkanku, aku akan mengakuinya, iya anda-anda lebih hebat, tapi aku akan tetap berusaha walaupun gak sehebat kalian, kalau memang harus berjalan dilumpur, aku bakal guling-guling sekalian dilumpur, kotor itu baik kata iklan lol. Kalau aku sedih, aku akan nikmati kesedihan ini tapi tetap berdiri tegak sesudahnya. Aku gak mau semua dibikin nanggung. Kalau memang ini yang harus aku hadapi, aku all in aja. Cuma itu pilihan yang paling baik. Karena benar, jadi hancur itu gak enak. Kalau gitu kita sekalian bikin hancur saja lalu dibangun kembali. Menyala diriku, kalau bukan kamu siapa lagi? Kalau bukan kamu siapa yang bisa memperbaiki ini semua? Menanglah, menanglah melawan dirimu sendiri yang hancur. Menanglah.