Skip to main content

Reset

 Per bulan Desember semuanya berakhir, benar benar berakhir.Semua kembali ke awal. Kecuali hancurnya diriku di  luar dan dalam. Keadaan kembali seperti semula tapi yang membuat berbeda adalah diriku yang tidak mungkin lagi sama seperti dulu. Tahun 2024 ini adalah lembaran baru untukku yang menantang. Aku berusaha untuk sembuh dan pulih, bersusah payah untuk bangkit dari keterpurukanku. Memang belum berhasil, tapi aku yakin suatu hari perasaan tidak nyaman ini akan terlewati. Sungguh hidup ini memang lucu ya. Aku tidak pernah menyangka akan mengalami hidup yang seperti neraka sebelumnya. Aku tidak bahagia, ditipu terus menerus, harus menjadi tulang punggung utama, dimanipulasi. Bahkan rambutku sampai gimbal dan badanku menjadi sangat gemuk karena rasa Stressnya aku limpahkan pada makan. Wajahku berubah gelap, tidak ada keinginan merawat diri dan memang uangnya pun tidak ada. Bayangkan betapa mengerikannya hidup selamanya dalam keadaan rumah tangga yang seperti itu. Ternyata semua ini selesai juga. Walaupun harus lelah karena harus mengisi peran dua orang tua dalam satu badan. Kadang aku rasa ini menyedihkan, pagi hari harus bekerja, dan malam harus menjadi ibu untuk anakku. Bantuan finansial dari mantan suami pun sampai hari ini tidak aku dapatkan. Aku selalu naik pitam setiap membahas hal ini. Meskipun demikian Allah kuatkan aku, aku mampu bertahan disituasi ini. Selain itu orang tua ku juga sangat suportif dalam memberikan dukungan lahir batin. Aku bersyukur.. Dan akhirnya aku memutuskan untuk memutus semua akses kontak dengan keluarga mantan suami. Karena percuma, semuanya pura-pura tak tau. Tidak ada satupun yang meminta maaf secara langsung dan datang ke rumah orang tuaku. Maka dari itu aku anggap memang mereka juga tidak mau berurusan lagi dengan keluarga kami. Baiklah, kami juga tidak rugi. Hanya saja rasa geram kerap kali datang kalau mengingat anakku adalah darah daging mereka juga. Namun mereka seperti acuh tak acuh. Pernikahanku yang seburuk buruknya pernikahan ini akhirnya selesai. Selamat tinggal semuanya. Aku bersyukur bisa keluar dari Kondisi memuakan ini. Aku butuh waktu untuk sembuh. Semoga semuanya bisa memahami. 

Comments

Popular posts from this blog

depresi

Halo,sudah lama aku gak nulis disini. Aku putuskan, aku mau mulai menulis lagi. Alasannya? Karena kadang otak ini terlalu penuh, kesepian,dan kadang aku gak mau menyusahkan orang lain dengan cerita dan keluhanku. Sudah hampir 2 bulan sejak psikiatris bilang bahwa aku menderita depresi sedang. Ternyata dari semua buntut huru-hara di tahun tahun yang lalu adalah vonis D E P R E S I. Haha kadang aku merasa konyol, sampai juga ya aku di situasi ini.  Sebenarnya ada perasaan malu dan gak mau dianggap lemah. Tapi harus kuakui dengan segala kerendahan hati, aku merasa memburuk kalau pikiranku ditimbun sendirian.Perasaan kesepian itu bikin aku seringkali berpikir "apa mati aja ya?" Walaupun alhamdulillah aku gak nekat, tapi kadang aku takut sama pikiranku sendiri. Rasa sedih yang ekstrim itu sebentar tapi killing ea hahahah.  Tentunya psikiatris memberi aku obat, yang mana setiap hari banget banget banget harus diminum dan gak boleh kelewat. Dokter bilang kalau taat minum obat 6 bula...

Fotos der Woche

Aku gak tau kenapa aku belajar, beneran. Aku juga gak yakin apakah akan berguna proses belajar mandiri ini. Tapi ini cuma bukti aja: I won't stop.  hab versucht, sich die Pausezeit zu gönnen. Wollte das anders machen, indem ich nur Ebook während einer Tasse Kaffee gelesen habe.

27

Alhamdulillah sekarang aku oficially 27 tahun.Ulang tahun kali ini agak istimewa karena aku mulai semua dari awal lagi. Bahkan sebemarnya masih banyak yang harus dibenahi. Kali ini semuanya berbeda: Aku yang tanggungjawabnya jadi besar, aku yang harus kuat, aku yang gaboleh sakit, aku yang harus tidak menghiraukan omongan orang,dan aku yang kesepian saat mengembangkan diri. Rasanya jalan yang aku lalui terjal banget. Tapi aku bersyukur banget. Allah udah banyak ngasih kasih sayang. Dari kecil sampai dewasa Allah kasih hidup  aku mudah. Ujian besar itu aku baru rasakan  sekarang di pertengahan umur 20an.Itu pun Allah masih kasih jalan keluarnya. Plusnya adalah aku jadi orang yang sadar akan semuanya. Sadar akan apa yang benar dan salah, sadar besarnya tanggungjawab.Walaupun jalannya berat, tapi itu bentuk implementasi dari Al-Wadud milik Allah,yang ternyata sayang sama aku. Karena bikin aku menyadari semuanya di dunia, walaupun hidupku jadi hancur dan rasanya sakit banget. Dan ...