Waktu diakhir masa kuliah dulu aku berkali kali menanyakan, "Kamu emang masih mau sama aku? " Pertanyaan itu aku tanyakan ke mantan pacarku di motor. Dia bilang "mau lah. Bahkan kalau kamu sampai menikah bertemu jodohmu, aku masih mau nunggu". Memang gak persis sama dengan apa yang dia katakan tapi kurang lebih dia bilang seperti itu. Waku itu situasinya memang kita mau pacaran lagi. Jadi wajar kan kalau dia bilang begitu? Tapi aku tidak menyangka kalau keadaan seperti itu benar benar terjadi. Bahwa aku nyatanya menikah dengan orang lain dan sekarang semuanya berantakan. Aku membuang laki-laki sebaik dia untuk seseorang yang meninggalkan aku dan anaknya begitu saja. Dia memang bukan tipe laki laki tangguh tapi dia jujur dan tulus. Aku tau karna aku pacaran 3 tahun dengan dia. Bodohnya aku membuang dia begitu saja, karena terayu dengan laki laki yang nampaknya lebih hebat, tapi ternyata mematikan cahaya ku. Mantanku ini melakukan semuanya untukku. Dia selalu bilang aku yang mengubahnya jadi lebih baik. Walaupun seringkali terlintas di kepalaku, sepertinya aku tidak pantas mengusik hidupnya. Sudah cukup aku menyakitinya, dia berhak mendapatkan perempuan yang sangat lebih baik daripada aku. Karena walaupun dulu dia bilang masih menunggu aku bahkan kalau sudah menikah, tapi aku tidak tau sekarang apakah dia benar benar masih menunggu aku. Sekarang fokus ku juga membesarkan anakku. Dia belum tentu menerimanya. Aku doakan dia sehat selalu dan mendapatkan pasangan yang sepadan dengannya. Dia sungguh contoh seorang laki laki yang baik.
Halo,sudah lama aku gak nulis disini. Aku putuskan, aku mau mulai menulis lagi. Alasannya? Karena kadang otak ini terlalu penuh, kesepian,dan kadang aku gak mau menyusahkan orang lain dengan cerita dan keluhanku. Sudah hampir 2 bulan sejak psikiatris bilang bahwa aku menderita depresi sedang. Ternyata dari semua buntut huru-hara di tahun tahun yang lalu adalah vonis D E P R E S I. Haha kadang aku merasa konyol, sampai juga ya aku di situasi ini. Sebenarnya ada perasaan malu dan gak mau dianggap lemah. Tapi harus kuakui dengan segala kerendahan hati, aku merasa memburuk kalau pikiranku ditimbun sendirian.Perasaan kesepian itu bikin aku seringkali berpikir "apa mati aja ya?" Walaupun alhamdulillah aku gak nekat, tapi kadang aku takut sama pikiranku sendiri. Rasa sedih yang ekstrim itu sebentar tapi killing ea hahahah. Tentunya psikiatris memberi aku obat, yang mana setiap hari banget banget banget harus diminum dan gak boleh kelewat. Dokter bilang kalau taat minum obat 6 bula...
Comments
Post a Comment